PALANGKA RAYA, JURNAL88. Id -Kota Palangka raya, melaksanakan acara Tiwah yang bertepat di jalan Vanenga Lokasi Perumahan Pesona Maduhara, Tiwah itu adalah ritual adat puncak paling sakral dari Suku Dayak penganut Kaharingan di Kalimantan Tengah.
Intinya: upacara penguburan sekunder untuk mengantar arwah leluhur ke Lewu Tatau alam keabadian/surga
Gambaran singkat ritualnya Makna & Tujuan Tiwah bukan sekadar “upacara kematian biasa” Bagi Dayak, kematian itu fase transisi. Roh dianggap belum tenang sebelum ditiwah. Kalau tidak, diyakini arwah bisa mengganggu keluarga. Jadi ini bentuk penghormatan terakhir mempererat keluarga.
Prosesi utama Penggalian & penyucian tulang Makam digali, tulang dibersihkan, lalu disucikan
Manyambut Laluhan Prosesi menjemput tamu/keluarga. Tamu disambut, saling oles bedak/kapur, lalu menari & nyanyi keliling Sangkai raya dan sapundu dan dilanjut dengan Tabuh I & Tabuh II melalui Tiga ritual puncak Tiwah nyaitu Kurbankan hewan Kerbau/babi/ayam dipersembahkan. Kepalanya dikubur di bawah sapundu, tiang kayu ulin berukir tempat mengikat kurban.
Ritual berlanjut Memasukkan ke Sandung Tulang yang sudah disucikan dibungkus kain merah lalu dimasukkan ke sandung rumah kecil kayu ulin untuk menyimpan tulang leluhur. Sandung ini dijaga turun-temurun.
Dalam suasananya Walau ritual kematian, Tiwah disebut “rukun kematian penuh kebahagiaan”. Ada tarian, musik gandang, garatung, kangkanung, perempuan pakai selendang Dayak, laki-laki pakai mandau dan ikat kepala merah. Semua warga bisa ikut, bukan cuma keluarga. (Red)



























