PALANGKA RAYA ,JURNAL88.Id-Acara Tiwah,itu upacara adat Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah untuk mengantarkan tulang belulang leluhur ke alam arwah/lewu tatau acara tersebut dilaksanakan tepat dengan tuan rumah Yepri Duga di kota Palangka raya .
Intinya bukan ngubur orang yang baru meninggal. Tiwah dilakukan beberapa tahun setelah pemakaman awal, pas tulang sudah dikumpulkan dari sandung/rumah tulang.
Rangkaian utamanya dalam Pelaksanaan Tiwah ada beberapa cara yang dilakukan oleh basir/balian sebagai pemimpin acara ritual dalam pelaksanaan Tiwah
1. Nyakir tulang: Tulang leluhur diambil, dibersihkan, lalu dimandikan pakai air kelapa + ramuan
2. Manyanggar: Ritual tolak bala biar acaranya lancar, dipimpin Basir/Balian
3. Menantar tulang: Peti tulang diarak keliling kampung pakai iring-iringan, gong, tari, sambil warga ngasih sesaji
4. Penguburan kedua: Tulang dimasukkan ke sandung baru yang lebih tinggi/megah. Ini simbol status sosial keluarga juga
5. Pesta adat: Ada tari nganjan, pengorbanan kerbau, saat tabuh yang dilaksanakan pada tanggal 16 dan 17 Juni 2026 serta makan besar berhari-hari. Semakin banyak hewan dikorbankan, semakin tinggi derajatnya.
Maknanya dalam, biar arwah tenang hubungan keluarga yang masih hidup jadi makin kuat. Biayanya bisa ratusan juta karena harus ngundang banyak orang dan membeli hewan kurban.
Biasanya dalam melaksanakan Tiwah pihak keluarga dari beberapa pihak bagi si meninggal mebuat urunan atau menggabungkan kegiatan Tiwah bersama sama supaya lebih mempermudah biaya pelaksanaan dalam pesta Tiwah tersebut. *(Wan)
























