WARGA DESA PARAHANGAN,MELAKSANAK
PULANG PISAU,JURNAL88.Id -Dalam pelaksanaan kegiatan Tiwah, ritual pemakaman tingkat akhir masyarakat Dayak, khususnya penganut Kaharingan, baru saja dimulai di Desa Parahangan, Kalimantan Tengah. Acara ini bukan hanya sekadar mengantar arwah, tapi juga merawat ingatan dan jati diri. Tiwah adalah perayaan spiritual yang sarat makna, sebuah ikhtiar kolektif untuk mengantarkan arwah leluhur menuju Lewu Tatau, alam keabadian.
Dalam ritual ini, tulang-belulang jenazah yang telah lama dimakamkan digali kembali, dibersihkan, dan ditempatkan dalam Sandung atau rumah kecil berukir indah. Tiwah juga menjadi ruang pertemuan lintas keluarga dan kampung, memperkuat solidaritas dan gotong royong. Acara ini biasanya digelar setelah panen padi dan bisa berlangsung beberapa hari
Kegiatan ini sudah dilaksanakan dalam turun menurun dari peninggalan nenek moyang dan juga para leluhur orang tua atau tetuha warga suku Dayak yang beragama hindu keharingan agama yang di miliki asli suku Dayak kalimantan.**(red)























